PHUKET AND THE LOVELY CITY

June 18, 2019





Maya Bay


Well well setelah sekian purnama sampailah aku di Phuket. Alhamdulillah rejeki memang bukan hanya berupa uang tapi bisa dalam bentuk teman. Makasih my Eliy muaaah. Oke awal ada niatan ke phuket karena diajakin Eliy dengan status WAnya yang nyari travel partner lalu aku muncul dan mulai bahas tiket plus lain-lain. Setelah diskusi ama suami oke, lanjut lah urusin bookingan tiket dari Sing-Phuket. Tapiiii setelah urusan book tiket pesawat kelar ternyata Eliy ga jadi ikuttttt huuuu so sad.


Akhirnya dalam rentang waktu sekitar dua minggu aku mulai nyusun itin, mau tidur dimana, naik ferry apa, kemana aja selama di Phuket dll. Nah karena Phuket identik dengan pantainya maka mulailah aku mencari info pantai apa aja yang oke dan gimana cara menuju pantai. Setelah baca sana sini buka blog dan vlog maka diniatkan untuk  hoping island di Phi Phi Island. So tulisan kali ini akan banyak jelasin tentang Phi Phi Island dulu ya yang lainnya nanti disambung pada part lain.



Menuju Phuket via Singapura


Untuk mencapai Phuket kami harus naik ferry dulu ke singapura dengan ambil tujuan Tanah Merah. Dengan adanya promo majestic seharga 268k plus free shuttle bus ke Changi tentu menjadi pilihan utama bagi kami. Setelah di Tanah Merah dan selesai dengan urusan imigrasi jangan lupa langsung menuju counter majestic lagi ya, kali ini untuk check in ferry kepulangan. Pengalamanku dulu ga check in akhirnya semua ferry habis kecuali yang harganya muaaahaaaal. Setelah check in kita langsung menuju bus stop tidak jauh dari pintu keluar pelabuhan. Bus nya selalu jemput tiap 30 menit sekali dan dari kejauhan kamu bisa liat banner besar dengan tulisan Tanah Merah- Changi.

Setelah sampai di Changi kamu akan diturunkan di T1, segera naik ke lantai 2 menuju skytrain arah T2. Begitu sampai di T2 ternyata rute pesawat kami belum open gate, akhirnya kita selfie-selfie dan videoin robot pembersih lantai Changi. Norak yang sangat menghibur. Jangan keasikan main lalu kelupaan check in ya gesss,  ketika pengumuman pesawat Scoot kami sudah bisa check in kami pun segera mengantri. Sesampai di dalam terminal keberangkatan ternyata jam open gate masih 2 jam-an. Tenang di Changi tidak ada istilah bosan menunggu. Ada banyak hiburan di terminal 2, nanti aku posting yaaaa.

Untuk pesawat aku memakai Scoot yang memang dikenal sebagai pesawat dengan tiket terjangkau. Kamu bisa download app nya lalu langganan pemberitahuan untuk mendapatkan informasi promo. Pesawatnya sendiri besar dan luas sehingga kamu tidak akan mengalami pegal di kaki. Untuk mencari tempat check-in kamu bisa melihat keterangan di tiket, setelah proses check-in selesai kamu tinggal  mengikuti arahan gate tempat kamu akan menunggu masuk pesawat.  Jika bingung jangan segan bertanya ya.


Touchdown Phuket

 Horeeee akhirnya mendarat di Phuket International Airport setelah penerbangan selama 50 menit. Langsung aja ges menyerahkan form imigrasi yang sebelumnya sudah diberikan di pesawat oleh para pramugari. Setelah itu masuk proses cek imigrasi dan kita sudah bisa keluar. Di luar bandara banyak banget jemputan tamu yang memasang nama-nama. Jadi kamu bisa pesan taksi online dari website atau bisa juga langsung naik dari bandara. Pilihan murah ada di bus dan minivan. Tapi karena kami bawa anak kecil maka kami langsung naik taksi bandara. Kira-kira untuk perjalanan ke Patong sekitar 55 menit dikenakan biaya 280k.

Bus adalah transportasi paling murah menuju kota namun kamu tidak akan turun didepan hotel. Bus ini harganya tergantung dimana kamu akan turun. Ada juga minivan yang banyak menjadi pilihan turis, untuk sekali naik kamu dikenakan harga 180 baht (aku bulatkan kali rp.500) berarti menjadi 90k. Minivan akan menurunkan kamu persis di depan hotel. Minusnya adalah kamu harus menunggu isi van penuh yang bisa berlangsung lama. Dan kamu harus bersabar karena minivan akan mengantarkan tamunya satu persatu ke hotel.

Untuk hotel kamu bisa temukan yang murah atau bahkan mewah. Berhubung kami gembel internasional maka pilihan jatuh ke hotel murah yang sudah dibook melalui aplikasi. Pertimbangannya adalah hotel hanya dipakai untuk numpang tidur jadi cari yang murah saja. Untuk harganya kami dapat paket promo sehingga jatuhnya untuk 4D3N hanya membayar 375k. Hotel kami yaitu PKL Residence di kawasan patong dan dekat dengan SEVEL dan FAMILY MART. Ini penting ya ges karena kita pasti ada aja sesuatu mau dibeli ditengah malam atau saat kelaparan. Jadi carilah hotel yang dekat dengan mini market.


PATONG


Mengapa kami stay di Patong? Patong ini pusatnya keramaian di phuket. Mulai dari mall, pub,market, dan kebutuhan wisata lainnya ada di Patong. Dan untuk dapat tidur yang nyaman jauh dari kebisingan, aku memilih patong yang mendekati daerah ujung patong, bukan hotel yang dekat dengan kawasan Bangla Road/ Patong Beach. Kalau kalian mau daerah yang sepi dan tenang bisa stay di Karon atau Kata. Kawasan ini tenang banget dan sepi dari keriuhan kehidupan malam. Minusnya kalian akan sulit mencari makanan halal khas melayu. Solusinya bisa beli makanan di Sevel dengan mencari logo halal.

Karena besok mau hoping island  aku sudah pesen ke resepsionis hotel untuk kasih info kalau supir sudah jemput. Selanjutnya kami mencari makan malam, keliling jalan kaki melihat kehidupan malam di Bangla Road. Bangla Road ini berisi pub malam yang menyajikan pemandangan vulgar. Jadi yang bawa anak-anak harap menjauhi kawasan ini ya. Kalau EL masih balita jadi kami bawa untuk melintasi jalanan saja tidak untuk menikmati suasana di sana. Di awal masuk jalan ini kamu akan disuguhi berbagai macam tarian oleh wanita dengan baju seadanya. Eh jangan salah ya di sana tidak semuanya wanita tulen, ada juga yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa hingga kecantikannya paripurna.


Berfoto sama wanita KW ini bayar gessss


Untuk biaya hidup di Patong bisa dikatakan murah dan terjangkau tapi untuk makannya ampunnnnn mahal banget. Ini dikarenakan patong merupakan tujuan wisata utama kalau orang melancong ke Phuket. Saat memesan makanan kami sibuk mengalikan ke kurs rupiah. Jadi untuk seporsi pad thai dihargai 100baht, kalikan saja 500 berarti 50k. Terlalu mahal hanya untuk sepiring kwetiau goreng.


Menu ini plus tiga nasi dan dua botol  air total hampir 400k


Suasana hawker di Banzaan Market

Aku juga memesan nasi goreng nanas. Setelah dihitung seporsinya adalah 75k! hanya nasi goreng didalam nanas yang dihiasi 4 ekor udang. Rasanya segar dan enak tapi tetap terlalu mahal. Ini juga bisa dipengaruhi lokasi kami makan yaitu di Banzaan Market. Tempat wisatawan mencari makanan sampai tengah malam. Mencari makanan halal tidak sulit tapi juga tidak gampang. Kita harus berkeliling mencari logo halal atau melihat pedagangnya apakah berhijab atau tidak.


1. Menuju Asia Marina


Keesokan paginya jam 7.00 aku sudah ditelpon dan ditunggu di lobby untuk menuju dermaga. Oh iya untuk paket tur Phi Phi Island kalian bisa dapatkan di sekitaran patong. Beragam toko menawarkan paket tur untuk menikmati Phuket. Untuk harga kamu bisa menawar sampai deal di harga 1500 baht, karena mereka akan  buka harga di brosur yaitu 3000 baht. El gratis karena dibawah 4 tahun. Kami dijemput dengan minivan mewah yang menyediakan permen, wifi dan cas HP iphone. setelah menjemput semua tamu di berbagai hotel kami pun menuju Asia Marina.



Mini van mevvah

Suasana di dermaga

Di sini kita akan disambut oleh TL -Tour Leader -yang akan mengajak ke lantai dua untuk tandatangan penyataan asuransi dan kita akan dijamu sarapan kecil. Setelah diberi waktu menikmati hidangan sekitar 15 menit kita akan di brief. Dijelaskan akan kemana saja , memakan waktu berapa lama dll. Lalu mereka akan promosi sendal anti lecet, anti bulu babi dan anti badai hahahaa ya kami ga beli donk. Kami ga takut sama bulu babi, takutnya sama daging babi kan haram yaaaaa. Sebelum tur dimulai kita akan dikasih stiker di baju, kami dapat nomor 2. TL akan memanggil kita dengan teriakan number 2 heiii number 2. TL kami ini galak sekali pemirsah.


Antri masuk ferry ges
Di depan kapal akan ada tukang jasa photo yang nyuruh kita pose, nanti setelah pulang foto akan dicetak dan diberi tulisan phuket. Untuk nebus foto ini kamu harus bayar 200baht, tapi kalau tidak mau ditebus juga tidak apa-apa. Setelah semua naik kapal kita akan diberi jaket pelampung dan diminta duduk manis karena speedboat akan penuh goncangan. Salah satu crew keliling membagikan kantong untuk yang mau muntah. Kita menuju Krabi dan memakan waktu sekitar 30 menit.

Wajib pake jaket pelampung ya

2. Hoping Island


Alhamdulillah hari itu cuacanya cerah. Kami menuju Maya Bay. Lokasi paling terkenal berkat film The Beach nya Leonardo Dicaprio. Untuk saat ini dan belum tau sampai kapan Maya Bay ditutup untuk umum. Dikarenakan banyak biota laut yang rusak terkena kapal dan turis yang main di sana. Jadi kita hanya bisa memandang keindahannya. Phi Phi Island ini panas banget, menyengat dan terasa kulit kita kebakar. Jadi pastikan kamu  pakai kacamata, topi dan paling penting sunblock. Walau nanti akan basah-basahan tetap pakai sunblock lagi setiap kamu masuk kapal ya.

Cuma bisa mengucap Subhanallah, Maya Bay super indah 


Setelah melihat keindahan Maya Bay kami menuju krabi untuk berenang di pantai Ko Phi Phi Don. Airnya super jernih dan warnanya toska. Di sini airnya juga sejuk jadi saat kita mulai berenang rasanya segar. Padahal kita berenang di siang hari terik sekitar jam 11.37. Jam di Phuket sama persis dengan WIB jadi kita tidak perlu mengganti arah jam tangan.

Berenang dengan kemampuan ala kadar


Santai di pantai

Selanjutnya perjalanan menuju Monkey Cave. Di sini memang banyak monyet liar, maka dari itu dilarang untuk menyentuh, memberi makan atau membawa barang berharga. Monyet di sini tidak peduli dengan kehadiran manusia. Mereka tetap asyik beraktifitas seperti mencari kutu, tidur, menyusi bayinya. Untuk pantainya sendiri indah banget. Pasir putih dan tebing menjulang tinggi membuat suasana yang asri.

Suasana keramaian di Monkey Cave

Monkey cave

Selanjutnya masih di kawasan  Nui Bay dimulai aktifitas snorkeling. Airnya sangat dalam dan arus ombaknya kuat. Bagi kami  pemula  snorkeling sangat kesulitan untuk menikmati pemandangan bawah laut. Air terus menerus masuk ke mulut dan badan terombang ambing oleh ombak. Setelah menguasai medan aku coba menyelam. Dan benar saja! perjuuangan itu terbayar. Aku bahkan sempat menyentuh beberapa ikan yang sedang melintas. Pengalaman yang sangat seru. Di sini kita akan menghabiskan 40 menit untuk snorkeling bersama rombongan tur.



Snorkeling ala-ala

Kalau kamu tidak mau snorkeling, kamu bisa duduk manis di dalam ferry sambil menikmati sajian air minum yang disediakan free selama perjalanan. Ada air mineral gelas dan Cola yang bisa kamu minum sepuasnya dan disimpan dalam cool box. Atau kamu bisa foto foto manja di ujung depan kapal dengan pemandangan air laut terhampar luas dan berwarna toska terang.



3. Makan siang

Sudah puas snorkeling perut mulai memberi sinyal untuk diisi. Kapal membawa kita menuju Andaman Beach. Di sini sudah disajikan buffet makan siang dengan berbagai lauk halal dan vegan. Karena peserta tur kami berisi mayoritas orang india maka makanan vegan yang paling banyak tersedia. Untuk yang non vegan disediakan makanan dengan lauk ayam kecap dan ayam goreng tepung. Ayam goreng di Phuket hampir di semua tempat makan, lauk ayam goreng pasti digoreng dengan tepung dan diberi bumbu rempah khas yang enak banget.


Makan siang bersama oppa dan eoni

Selesai makan kita bisa menikmati keindahan laut di Andaman lalu lanjut menuju Kai Nok Island. Kai Nok Island inilah tempat tujuan akhir tur kita. Disini kita dibebaskan untuk snorkeling dan mandi di laut sampai pukul 4 sore. Ternyata pulau ini merupakan pulau komersil. Di sini apapun bayar bahkan untuk duduk dengan kursi pantai kamu harus bayar 100 baht (50k). Isi pulau ini pedagang, mulai dari berdagang keperluan main di laut, suvenir, es krim, makanan ringan hinga BBQ seafood. Harganya jangan ditanya ya, bikin kamu sakit jantung. Untuk es krim walls yang murah saja di sini dihargai 75k. Baiklah EL harus kita amankan dari pemandangan cool box Walls.

Pulau khusus untuk foya-foya






Seafood BBQ


Selama kita menikmati pantai, pihak tur akan menyediakan buah potong yang segar-segar, ada semangka dan juga nanas. Bisa kamu makan sepuasnya dan juga disediakan minuman gelas dingin plus cola dingin. Suasana di pantai ini sungguh ramai. Karena ini merupakan tur wajib bagi semua perusahaan travel. Jadi jangan kaget kalau melihat berbagai macam ras berkumpul di pulau ini. Setelah waktu habis kita akan kembali ke kapal dan menuju Asia Marina kembali lalu naik mini van kembali ke hotel.


4. Tips dan trik

 Sebenarnya banyak tempat yang kita kunjungi selama tur ini hanya saja tidak semua pulau bisa kita datangi. Jadi sebagian hanya bisa dipandangi dari atas kapal. Kalau kamu mau ikut tur yang tidak tergesa-gesa kayak aku, kamu bisa coba ambil  Long Tail Boat. Harganya lebih mahal karena lebih private. Pertimbanganku tidak ambil kapal ini karena ada EL. Serem kan naik kapal yang terlalu dekat ke arah lautnya. Kalau kamu traveling tanpa anak, kamu boleh coba alternatif naik Long Tail Boat. Selain puas keliling pulau kamu juga bisa dapat spot foto super kece. Kesulitannya hanya kamu tidak akan dijemput di hotel, tapi bertemu pemilik kapal di Phi Phi Island yang mana artinya kamu harus menyebrang ke Phi Phi Island dengan membayar 300k untuk sekali menyebrang.

Sebagai orang yang tidak suka pantai, aku cukup terhibur ikut tur ini. Pantai secantik ini belum pernah aku temui. Mungkin bagi yang pernah ke timur indonesia tentulah akan lebih menyukai pantai di sana. Satu hal yang aku kagumi adalah pantai ini super bersih. Tidak terlihat sampah bekas makanan atau sampah plastik. Bisa kita contoh untuk menjaga keindahan pantai kita. Jalan-jalan bukan berarti selalu banyak uang. Hanya cukup rajin menabung dan berburu promo. Ayo jalan-jalan ayo makan-makan.


You Might Also Like

1 comments

  1. aku baru sempet baca , daaaaan aku mupeng lagi. nice inpoh kakak ku

    ReplyDelete